By | Juli 16, 2019

Bagi Anda yang sangat erat dengan ranah digital, #email mungkin sudah menjadi layaknya identitas kita di dunia maya. Bagaimana tidak, sekarang hampir semua layanan yang disediakan di internet membutuhkan email sebagai salah satu kanal vital.

Melihat pentingnya fungsi sebuah email pribadi, sudah niscaya kita harus menjaga baik-baik keamanan kanal email kita dari pihak tak bertanggung jawab. Anda tidak dapat menutup mata bahwa sekarang besarnya potensi sebuah email telah menarik para pelaku cybercrime untuk membobol kanal masuk dan memanfaatkan email kita untuk banyak sekali tindak merugikan.

Yang terbaru, dirilis oleh perusahaan sekuritas digital, Symantec, modus pembobolan akun email sekarang kian bermacam-macam dan membayakan. Yang mengejutkan adalah, ternyata teknik hacking yang digunakan para pelaku sekarang sangatlah gampang dilakukan, bahkan oleh seorang awam sekalipun. Sebagai langkah waspada akan keamaan aktifitas digital, artikel berikut ini tentu jangan hingga Anda lewatkan.

Modus Pembobolan Email Makin Sederhana Namun Mematikan

Dalam sebuah laporan daring yang dirilis oleh Symantec, terungkap sebuah modus email hacking yang terbilang gres namun sangat berbahaya. Dikatakan berbahaya alasannya ialah nyatanya dengan sebuah teknik sederhana, seorang hacker newbie sekalipun dapat menjalankan teknis pembobolan tersebut.

Kini dengan semakin berkembangnya #teknologi, perangkat dan sistem keamanan internet memang secara linier ikut berkembang. Namun apakah dengan peningkatan keamaan tersebut kita sudah dapat merasa aman? Tentu tidak! Kita masih harus terus waspada, alasannya ialah setiap ketika dapat saja kita menjadi korban cybercrime.

Kembali pada teknik pembobolan email tersebut, yang menjadi senjata utama para hacker email ialah teknik sederhana dan fakta bahwa pengguna umumnya sangat patuh dan takut pada pihak berwenang.

Sebagai ilustrasi, ketika kita berada di jalan dan lalu nampak seseorang berseragam layaknya petugas lalu memaksa kita untuk berhenti, akankah kita menuruti perintahnya? Tentu kebanyakan dari kita akan patuh bahkan ketika tiba-tiba sang petugas meminta surat atau kunci kendaraan sekalipun, banyak dari kita mungkin akan menentukan pasif dan menuruti perintah.

Tips Mencegah Pembobolan Email

 

Dari gambaran di atas, terlepas dari fakta bahwa orang tersebut benar-benar pihak berwenang atau hanya “petugas” gadungan, yang dapat kita tangkap yakni modus yang digunakan sangatlah sederhana dan yang kedua yakni setiap orang cenderung menentukan taat jikalau melihat sesuai yang dilabeli tanpa otoritas (pihak berwenang, petugas keamanan hingga yang mengatasnamakan sebuah perusahaan).

Hanya berbekal dua fakta ini saja seorang kriminal sudah dapat melancarkan serangan, demikian juga dalam tindak pembobolan email.

Pesan SMS Palsu Sebagai Senjata Utama

Masuk dalam detil teknik hacking email, langkah pertama yang dilakukan oleh para pelaku tersebut ialah dengan mencari tahun alamat email dan nomor ponsel korban. Setelah mendapat “umpan” tersebut, lantas pelaku melaksanakan mekanisme pemulihan password email atau yang sering kita lihat dengan kata “lupa password” pada ketika akan login pada layanan email.

Setelah mekanisme dilakukan, maka si pelaku akan menentukan opsi pemulihan akun lewat arahan verifikasi pesan singkat. Dengan begitu, nantinya sang korban akan mendapat sebuah pesan singkat berisi arahan verifikasi dari pihak penyedia layanan email.

Di sinilah sang cecunguk maya beraksi. Dengan berpura-pura sebagai pihak penyedia email, ia lalu mengirimkan pesan pada sang korban yang pada dasarnya meminta dikirimkan arahan verifikasi yang gres masuk tadi. Dan walla.. jikalau Anda lengah, kanal email pun melayang sudah.


Bagaimana Mencegah Aksi Pembobolan Email

Selain dengan aktif mengupgrade kekuatan password, untuk menghindarkan kita dari modus pencurian email di atas kita harus memahami betul beberapa hal dasar.

Yang pertama ialah tiap arahan verifikasi yang masuk via pesan singkat atau email, merupakan hak eksklusif kita yang dihentikan diketahui orang lain. Anggap saja di samping password email, arahan verifikasi ini juga layaknya pin kartu ATM milik Anda yang dihentikan diketahui orang lain.

Yang kedua ialah umumnya pesan singkat yang dikirimkan oleh pihak penyedia layanan email (Gmail, Yahoo mail, Hotmail), tidak membutuhkan konfirmasi balasan, alias tidak perlu dibalas. Makara jikalau ada sebuah pesan dari penyedia layanan email yang meminta balasan, ada baiknya anda mengeceknya terlebih dahulu. Untuk amannya kita dapat mencari infomasi di web resmi menyerupai misalnya mail.Google.com untuk akun Gmail.

Bagaimana pun pengguna awam menyerupai kita masih memiliki kemungkinan menjadi korban pembajakan email. Yang dapat kita lakukan ialah terus bersikap waspada dan senantiasa mengupdate isu terbaru wacana fitur keamanan di dunia maya. Be save, be smart!